Senin, 16 November 2015

Teks Fabel " Kelinci dan Kucing"

Kelinci dan Kucing
 

Karya : Rio Isac B. Ardana

Di sebuah hutan, hiduplah seekor Kelinci kecil berwarna coklat yang sangat lucu. Kelinci ini tinggal di sebuah lubang yang dijadikan rumahnya untuk tempat perlindungannnya. Kelinci ini dikenal sebagi hewan yang penakut tapi suka menolong. Dan disisi lain hutan ada seekor Kucing yang terkenal dengan kenakalannya. Kucing ini tinggal di dalam lubang batang pohon.
            Pada suatu pagi, Kelinci keluar dari rumahnya untuk menikmati udara pagi yang sejuk. “Lebih enak nih kalau aku jalan-jalan di hutan”,pikir kelinci. Kelinci pun berjalan-jalan dengan senangnya menyusuri hutan. Di tengah perjalanan ada seekor Kucing yang sudah siap menghadang Kelinci. Entah apa salah Kelinci, Kucing hendak menerkamnya. Sontak Kelinci langsung lari. Kucing tidak tinggal diam, kucing mengejarnya. Dengan sangat cepat mereka berdua bekejar-kejaran. Dengan lincahnya Kelinci melewati pohon-pohon yang menghalangi jalannnya begitu juga dengan Kucing. Namun Kucing tidak seberuntung Kelinci yang dapat melewati pohon-pohon itu. Kucing tersangkut di sebuah pohon karena tubuhnya terlilit akar pohon itu. “ Tolong-tolong!!! ”,jerit Kucing. Mendengar jeritan itu, Kelinci langsung menghentikan larinya. Ia menoleh kebelakang ternyata Kucing sudah tak lagi mengejarnya. Dengan sedikit ragu dan takut Kelinci mendekati sumber suara tadi. Sesampainya di sumber suara itu Kelinci melihat ternyata Kucing tersangkut di akar pohon. Dengan keberaniannya ia mencoba menolong Kucing. Dengan cakar kecilnya Kelinci bersusah payah melepaskan Kucing, beberapa saaat kemudian akhirnya Kucing pun bisa lepas. Belum sempat berkata apa-apa Kelinci sudah pergi meninggalkan Kucing. “ Belum sempat berterimakasih sudah pergi,lain kali sajalah”,kata Kucing. Kucing pun pulang ke rumahnya dengan keadaan malu karena hewan yang telah di buatnya ketakutan justu menolongnya.
            Beberapa hari kemudian terjadi hujan lebat yang membuat rumah Kelinci menjadi basah dan rusak. Kemudian Kelinci berinisiatif untuk membuat lubang baru. Namun ketika hendak membuat lubang baru kakinya terluka karena terkena batu tajam di dekatnya tadi. Kelinci pun hanya dapat termenung. Di saat sedang termenung Kelinci dikagetkan dengan kedatangan Kucing. Kelinci langsung hendak berlari karena takut kepada Kucing,namun Kucing langsung mencegahnya. “ Jangan lari Kelinci… aku kesini bukan ingin menakut-nakutimu. Aku kesini ingn berterimakasih sekaligus ingin meminta maaf tentang masalah yang kemarin,”kata Kucing. “ Iya.. Aku udah maafin kok, ” jawab Kelinci. “ Ngomong-ngomong kenapa tadi kamu ngelamun?” Tanya kucing penasaran. “ Ooo.. ini aku mau buat lubang lagi tapi kakiku sakit.” Kata kelinci. “ Oo… kalau gitu aku bantuin kamu ya.. sekaligus balas kebaikanmu waktu itu.” Tawar Kucing. Kelinci mengangguk. Beberapa jam kemudian lubangnya pun sudah jadi.” Terimakasih ya cing… lubang buatanmu lebih bagus di banding denganku.” Kata Kelinci. “ Sama-sama ci. “ jawab Kucing. Mereka berdua pun menjadi sahabat untuk selamanya
Sekian…… dan terimakasih 
Kunjungi juga blog kami lainnya :

Fabel " Nyemot Selalu Terburu-buru"

Nyemot  Selalu Terburu-buru

Ada satu teman Mio yang selalu terburu-buru ketika melakukan sesuatu. Namanya Nyemot, si  Monyet Kecil. Ia ingin semua yang dilakukannya cepat selesai dan membuahkan hasil. Itu sebabnya  kadang -kadang ia sangat ceroboh.
Pada suatu ketika, Nyemot, Mio, dan teman-temannya diminta untuk menanam biji tanaman apa saja di sekitar sekolah mereka. Supaya sekolah menjadi rimbun dan terlihat indah. Setiap anak diberi sebidang tanah yang cukup luas untuk tempat tumbuh tanaman mereka hingga berbunga dan berbuah nanti. Setelah biji ditanam, mereka harus merawat, menyirami setiap hari, dan memberinya pupuk yang telah disediakan sekolah. “ Supaya biji yang ditanam cepat tumbuh dan berbunga”, kata Auu si Burung Hantu sambil menjelaskan cara menyirami dan memberi pupuk.
Tidak terasa,biji-biji bunga yang mereka tanam sudah mulai tumbuh. Ada yang tingginya 5 cm, 6 cm bahkan sudah ada yang 8 cm. dengan sabar, anak-anak menunggu tanamanya tumbuh kecuali Nyemot. Diam-diam Nyemot mengukur tanamanya. Teryata baru tumbuh  6 cm. Dia ingin tanamanya cepat tumbuh. Dan, tumbuhnya melebihi tanaman teman-temannya.
Tanpa sepengetahuan ibu guru, Nyemot menarik tanamannya dari tanah samapi tingginya lebih dari 8 cm. “ Nah, sekarang tanamanku yang paling tinggi, he..he..he..”,kata Nyemot dalam hati. “ Malah besok akan tambah tinggi lagi.” Nyemot tersenyum puas sebelum meninggalkan tanamannya.
Keesokan harinya Nyemot langsung berlari ingin melihat tanamannya. Tetapi sesampainya disana Nyemot sangatlah terkejut. Karena tumbuhannya yang dikirannya akan tumbuh lebih tinggi malah layu dan hampir mati. Auu si Burung Hantu yang mendengar semua yang dilakukan Nyemot menggeleng-gelengkan kepalannya. “ Kamu suka terburu-buru sih, jadi begini akibatnya,” kata Auu.
Nyemot hanya mengangguk-ngangguk dan menyesali perbuatannya. Terpakasa, ia harus kembali dari awal untuk menanam bunga. Nyemot harus bersabar hingga tanamannya tumbuh besar dan berbunga.
Sumber : Seri Dongeng Mio “Nyemot  Selalu Terburu-buru”
Sekian…… dan terimakasih 
Kunjungi juga blog kami lainnya :